BANDUNG, 19 APRIL 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Bandung Raya telah menyelenggarakan acara peresmian kantor sekretariat yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkokoh struktur organisasi serta meningkatkan kualitas layanan hukum yang profesional dan berintegritas bagi masyarakat. Acara turut dihadiri langsung oleh unsur pimpinan nasional, antara lain H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.Si. selaku Wakil Ketua Umum DPN PERADI dan Assoc. Prof. Dr. Musa Darwin Pane, S.H., M.H. selaku Dewan Pakar DPN PERADI, yang memberikan dukungan penuh terhadap konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, E. Alexander Aritonang, S.H., M.H. selaku Ketua DPC PERADI Bandung Raya menegaskan bahwa keberadaan kantor ini bukan sekadar sarana administratif, melainkan representasi dari tanggung jawab yuridis dan moral organisasi. Beliau menyampaikan komitmen kuat untuk menjadikan sekretariat ini sebagai pusat kajian ilmiah, pengembangan kompetensi, dan wadah penegakan etika profesi yang konsisten. Dinamika hukum yang terus berkembang menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, sehingga DPC PERADI Bandung Raya akan terus memfasilitasi diskursus ilmu pengetahuan demi menjamin setiap advokat tidak hanya memahami norma secara tekstual, tetapi juga mampu melakukan analisis kontekstual yang mendalam.
Sementara itu, H. Yovie Megananda Santosa dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi struktural antara pusat dan daerah. Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi sangat bergantung pada soliditas manajemen dan tata kelola yang baik di tingkat cabang. Dengan kepemimpinan yang visioner di bawah Bapak Alexander Aritonang, diharapkan DPC Bandung Raya dapat menjadi contoh atau best practice bagi wilayah lain dalam menjaga independensi serta martabat luhur profesi advokat. Hal tersebut senada dengan pandangan Assoc. Prof. Dr. Musa Darwin Pane yang menyoroti filosofi profesi hukum sebagai officium nobile atau jabatan yang mulia, di mana penguasaan materi hukum yang komprehensif dan kepatuhan terhadap kode etik merupakan dua pilar utama yang harus senantiasa dijaga.
Rangkaian acara ditutup dengan suasana kekeluargaan melalui serangkaian prosesi simbolis. Selain pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, acara juga dimaknai dengan tradisi pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan oleh Ketua DPC didampingi para tamu kehormatan. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur serta doa bersama agar kepengurusan yang baru senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan dalam mengemban amanah organisasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan hukum nasional.
(Redaksi)










