Home / Berita Utama / Eddy Wijaya (Dewan Kehormatan DPN PERADI): Perkuat Harapan Anak Pejuang Kanker Melalui Aksi Nyata Yayasan Wijaya Peduli Bangsa

Eddy Wijaya (Dewan Kehormatan DPN PERADI): Perkuat Harapan Anak Pejuang Kanker Melalui Aksi Nyata Yayasan Wijaya Peduli Bangsa

 

Peringati Hari Penyintas Kanker Nasional, Sinergi Bersama YKAKI dan Gerakan Berani Gundul Jadi Wujud Kepedulian Pendidikan dan Kemanusiaan

 

Jakarta, 05 Juni 2026 – Setiap Minggu pertama di bulan Juni, bangsa Indonesia mengheningkan cipta dan merayakan keberanian luar biasa para pejuang kesehatan dengan memperingati Hari Penyintas Kanker Nasional. Peringatan ini bukan hanya momen mengenang perjuangan, melainkan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama, menyatakan bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya, dan harapan masa depan—termasuk hak atas pendidikan—tetap menjadi hak setiap anak bangsa.

Menyikapi momentum penting ini, Eddy Wijaya yang menjabat sebagai Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI, sekaligus pendiri Yayasan Wijaya Peduli Bangsa, kembali menegaskan komitmennya. Bagi Eddy, tanggung jawab sosial tidak terlepas dari perannya sebagai pemimpin organisasi profesi dan pembina lembaga sosial yang berfokus pada kesejahteraan dan pendidikan anak Indonesia.

Sinergi Strategis Dukung Perjuangan Anak Kanker

Sebagai langkah nyata mewujudkan kepedulian tersebut, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa menjalin kerja sama erat dengan YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia). Salah satu bentuk dukungan konkret yang digalakkan adalah partisipasi penuh dalam kegiatan ikonik Berani Gundul. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, di mana rambut tidak lagi menjadi penampang rasa percaya diri, melainkan bukti bahwa keberanian dan solidaritas jauh lebih berharga.

Dalam pandangan Eddy Wijaya, kolaborasi ini adalah jembatan penting. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap anak-anak yang berjuang melawan kanker haruslah menyeluruh, tidak hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga pemenuhan hak dasar mereka untuk tetap merasa berharga, berpendidikan, dan memiliki masa depan yang cerah.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak pejuang kanker dan keluarga mereka tidak berjalan sendirian. Kami hadir untuk menyemangati, mendukung, dan meyakinkan mereka bahwa masyarakat Indonesia ada di sisi mereka,” ungkap Eddy Wijaya.

Pendidikan dan Harapan: Misi Utama yang Tak Terputus

Dikenal luas sebagai yayasan yang konsisten bergerak di bidang pendidikan, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa memperluas cakupan misinya ke dalam isu kesehatan dan dukungan psikososial. Eddy Wijaya menegaskan, membangun harapan pendidikan bagi anak Indonesia juga berarti memastikan anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit berat tetap mendapatkan perhatian yang sama besarnya.

“Filosofi kami sederhana: membangun masa depan bangsa berarti hadir di saat anak-anak kita membutuhkan dukungan paling besar. Bagi anak pejuang kanker, harapan adalah kekuatan utama yang mengalahkan rasa takut. Dan pendidikan adalah jaminan bahwa masa depan mereka tetap ada, terlepas dari apa yang sedang mereka alami hari ini,” jelas Eddy Wijaya.

Lebih jauh, tokoh yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan DPN PERADI ini menambahkan bahwa peran hukum, keadilan, dan kepedulian sosial berjalan beriringan. Perlindungan terhadap hak-hak anak, termasuk anak yang sakit, adalah bagian dari tanggung jawab kolektif masyarakat sipil.

Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan

Di penghujung pernyataannya bertepatan dengan Hari Penyintas Kanker Nasional, Eddy Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat, rekan-rekan profesi, serta para pemangku kepentingan untuk turut ambil bagian. Menurutnya, dukungan tidak harus selalu berupa materi, namun kehadiran, semangat, dan perhatian tulus pun memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.

Eddy Wijaya berharap, langkah yang telah dipelopori oleh Yayasan Wijaya Peduli Bangsa bersama YKAKI ini dapat memicu gelombang kepedulian yang lebih luas di seluruh nusantara.

“Kami berharap semakin banyak pihak terinspirasi untuk peduli. Mari kita buktikan bersama, bahwa di Indonesia, harapan selalu lebih kuat daripada rasa takut, dan tidak ada satu pun anak yang dibiarkan berjuang sendirian menggapai mimpinya,” pungkas Eddy Wijaya.

Gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia profesi, sosial, dan kemanusiaan mampu melahirkan dampak positif yang besar, menjaga nyala harapan tetap menyala bagi setiap anak Indonesia.

(Tim Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *